Stories and Sh*t

Friday, May 26, 2017

Double or Nothing




Jika setiap saat aku bisa melihatmu, aku akan melakukannya. Tapi bukannya tak mau, aku tak mampu. Berdiri di hadapanmu mamandang semua cinta untuknya di matamu. Dia yang selalu ada dan meringankan semua bebanmu, yang aku tau dan mengerti, bahwa dia tak peduli. Tapi tetap saja, dia meringankan bebanmu, bukan karena dia mau, tapi dia mampu.

Suatu hari aku bertanya… pada angin yang bertiup syahdu di tengah malam, dan hembusan asap rokok yang menjagaku dari kegilaan. Apakah benar rasa itu ada? Senang, benci, rindu.. ataukah hanya ilusi semata, yang tercipta karena memori yang telah kita lalui. Jika memang suatu saat kita lupa, dan memori itu hilang, apakah rasa itu juga menguap bersamanya.

Threre are so many things you can’t unseen, as for so many things you can’t unfeel. Jika kau menyayangi ibumu sepuluh tahun yang lalu. Kemudian dia mengabaikanmu bersama orang lain dan kau bertemu lagi dengannya saat ini, masihkah kau menyayanginya? Jika kau tak pernah bertemu ibu kandungmu sejak lahir, kemudian kau bertemu dengannya di usia 23 tahun, akankah kau menyayanginya?

Sulit beranjak memang, mengambil peluang untuk keputusan tak terduga. Sedikit berdalih, atau sudah menyerah pada nasib saja. Bawa aku kemanapun uangnya pergi. Toh kau hanya mondar mandir dan aku mengawasi disini. Menahan semua sendiri. Dengan sebatang rokok, korek api, dan malam-malam sepi.


Hard it is.. like hell. But I gotta make a choice. Double or nothing.
Share:

Wednesday, June 29, 2016

Bawa Aku Kembali





Karena mencintaimu adalah baik,
namun memujamu terlalu berlebih.
melepaskanmu belum kucoba,
namun sakitnya sudah terasa..
             
            aku berjudi dalam doa
            tanpa tau baik buruknya
            berharap kamu mendekat
karena jika kurelakan saja,
tak tahu mengapa hati bergejolak membara

takutku ini membunuh jiwa
melupakan yang tak seharusnya
lupakan saja, aku ingin… tapi hati terikat rasa
dan rasa membuat buta

wahai Engkau yang maha bisa
maafkan aku yang lebur dalam dosa
selamatkan rasa ini kembali pada tempat yang seharusnya
penuh cinta… bukan rasa ingin memiliki.
Share:

Tuesday, June 7, 2016

23rd



Ramadhan ke 23, yap… today is my 23rd hijriah birthday. Not a really special day though, but thank God, for all the chance that I’ve got, and for the future I haven’t know yet. It just so beautiful to feel the experience of life. Hope You give me more and more time so I can fulfill my truly task as a man. Aamiin.

Awalnya  sih pengen buat artikel sok-sok motivasi ala bulan ramadhan. Tapi lagi dan lagi kesandung sama pikiran bahwa jangan-jangan apa yang saya bilang bakal jadi nasehat buat diri sendiri di kemudian hari. Alias diri sendiri yang belum bener dan nggak berani ngasi tau orang buat ngelakuin yang bener juga. Sussaaahhhh

Mau nulis kisah sukses? Lah saya sendiri belum sukses… emang sih, sukses itu adalah jalan, bukan sebuah final suatu lomba. Tapi tetep aja kalo orang kaya saya nulis kisah sukses lah terus yang ga sukses itu bentuknya seperti apa. Wkwkwk… udahlah, kapan-kapan aja nunggu penghasilan bisa ngasi makan orang sekampung.

Mau nulis kisah sedih? Udah kebanyakan kayanya, jadi ga sedih lagi. Lagian kalo dipikir-pikir kok tulisan sedih itu mengesankan kaya saya kurang bersukur dengan pemberian Tuhan selama ini. Hahaha jadi serba salah kan.

            But anyway… this is my birthday! I’ve gotta write somethin’. Jadi biarkan jari ini melantunkan irama hati yang bimbang, ditengah malam yang makin dalam…
Share:

Sunday, May 29, 2016

the world we live in

Dunia tempat kita hidup, bukan tempat yang adil. Bukan tempat dimana kita menuai buah dari benih yg kita tanam. Dunia tempat kita hidup, bukan Tanah subur yang mampu menumbuhkan semua harapan. Dunia tempat kita hidup, adalah sekat, antara bakat, dan modal usaha, serta mereka yang tak miliki keduanya. Namun... Dunia tempat kita hidup menjadi penuh dengan peluang kebaikan karenaNya. Dimana kita bisa mulai bersahaja, dan memberi cahaya pada sesama. Memberi hasil pada mereka yg tak tanam benihnya. Menjadi kebaikan, dari dalam diri. Menyongsong hari penuh mimpi. Dunia tempat kita hidup, adalah tempat yang layak kita perjuangkan.

Mulailah menumbuhkan semangat, dengan menyemangati orang lain. Tuailah kebaikan, dengan berbuat baik.

Share:

Monday, February 29, 2016

Waktu yang Berlalu Makin Cepat

The thing is… time feel faster than before.
The more age you get, the more time you lost.

Coba deh, randomly kalian Tanya temen-temen yang barusan beranjak dari remaja ke dewasa (usia 20-24) atau mereka yang udah tua sekalian. Pernah nggak mereka ngerasa kalo semakin tua, semakin sedikit waktu yang mereka dapatkan. In other words… waktu berjalan lebih cepat dan terus terasa lebih cepat. You don’t even count days anymore, you count years. What year is it now?

Well, sebenarnya itu bukan masalah besar kalau kita tidak memiliki tekanan stress terhadapnya. Masalahnya terkadang hal tersebut mampu membuat seseorang stress hanya dengan berfikir seberapa singkat waktu yang dia miliki. Hingga bisa membuat carut marut management waktu uang sudah disusun sebelumnya. So, apa yang sebenarnya terjadi? Kemana waktu kita menghilang?

            Ada banyak teori mengenai hal ini, well physically… syaraf yang bekerja saat kita masih anak-anak lebih banyak, lebih aktif, dan lebih berkembang dibanding saat kita sudah beranjak dewasa. Maka hal tersebut menyebabkan otak anak-anak bekerja lebih cepat dibandingkan waktu itu sendiri, maka waktu terasa lebih lambat. Hm…
Share:
www.bocup.info. Powered by Blogger.

Contributors